[LENGKAP] Pengertian Angin Duduk

Salam sehat dan sejahtera selalu untuk kita semua. Kali ini kami akan membagikan informasi tentang Angin Duduk.

Angin duduk adalah kondisi dimana tubuh ditandai dengan merasakan nyeri di dada karena otot-otot jantung kurang mendapatkan pasokan darah. Otot-otot jantung kurang memperoleh pasokan darah diakibatkan karena adanya penyempitan / pengerasan di pembuluh darah. Sakit Angin duduk ini dapat diderita secara tiba-tiba.

pengertian angin duduk

Angin Duduk

Kemungkinan nyeri dada yang di alami oleh si penderita dapat terus menjalar samapi ke lengan kiri rahang, punggung dan leher. Selain timbul gejala tersebut, gejala angin duduk yang lainnya adalah :

  1. Tubuh terasa lelah
  2. Sesak nafas
  3. Pusing
  4. Mual
  5. Keringat muncul secara berlebih
  6. Gelisah

Semua nyeri yang di derita tidak semuanya berhubungan dengan penyakit jantung, Kalian tetap harus mewaspadainya. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter apabila tiba-tiba Kalian merasakan nyeri di dada, dan ini belum pernah terdiagnosa menderita masalah apapun di jantung. Walaupun tidak semua nyeri di dada disebabkan karena adanya gangguan di jantung, akan lebih baik untuk memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab Angin Duduk atau Angina

Supaya bisa bekerja dengan normal dan baik, jantung sangat membutuhkan asupan darah yang kaya dengan oksigen secara cukup. Darah di organ ini akan dialirkan melalui dua pembuluh dasar besar yang disebut dengan pembuluh koroner. Angin duduk dialami pada saat pembuluh koroner mengalami penyempitan.

Artikel terkait:

  1. Diagnosa Angin Duduk
  2. Mencegah Angin Duduk
  3. Obat Angin Duduk

Berdasar pada hal-hal yang bisa memicu terjadinya penyempitan pembuluh koroner, angin duduk ke dalam tiga jenis, diantaranya adalah :

  1. Angin duduk stabil

    Aktivitas fisik seperti olahraga adalah pemicu terjadinya penyempitan pembuluh koroner. Pada saat seseorang sedang melakukan olahraga, maka jantungnya akan membutuhkan lebih banyak lagi asupan darah. Asupan inilah yang tidak akan tercukupi apabila pembuluh koroner mengalami penyumbatan atau penyempitan. Terjadinya angin duduk stabil juga bisa dipicu oleh hal-hal lainnya seperti merokok, stress, makan secara berlebih dan udara dingin.

  2. Angin duduk tidak stabil

    Kondisi yang terjadi tersebut bisa dipicu karena adanya timbunan lemak atau pembekuan darah yang mengurangi dan menghalangi aliran darah yang menuju ke jantung. Tak seperti angin duduk stabil, pada nyeri karena angin duduk tidak stabil ini akan tetap ada meskipun si penderita sudah beritirahat dan sudah mengkonsumsi obat. Apabila hal ini didiamkan saja, maka serangan angin duduk tidak stabil dapat berkembang menjadi serangan jantung pada penderita.

  3. Angin duduk varian (angin duduk Prinzmetal)

    Pada kasus ini, arteri jantung akan menyempit sementara karena spasme. Angin duduk varian ini dapat muncul kapan saja, bakan bisa muncul pada saat seseorang sedang beristirahat. Gejala yang terjadi pada umumnya parah. Penyempitan sementara di arteri ini menimbulkan pasokan darah yang menuju ke jantung menjadi turun dan terasa sakit. Walaupun demikian, pada gejala angin duduk varian dapat diredakan dengan mengkonsumsi obat-obatan.

Beberapa faktor yang bisa meningkat akan resiko terkena angin duduk. Dan faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Kolesterol tinggi

    Dengan kadar kolesterol yang tinggi di dalam tubuh seseorang maka hal ini dapat berpotensi untuk menumpuk di dalam pembuluh darah. Apabila hal ini terus terjadi maka tentu saja darah seseorang akan sulit untuk mengalir ke dalam jantung.

  2. Menderita diabetes

    Kadar gula yang tinggi di dalam tubuh seseorang karena sakit diabetes, ini bisa merusak dinding arteri. Selain dari itu, penyakit diabetes juga bisa meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh.

  3. Sakit Hipertensi

    Apabila aliran darah di dalam tubuh terhalang maka jantung akan semakin kuat untuk memompa serta dapat meningkatkan tekanan supaya darah tersebut bisa mengalir. Dan apabila hal ini terus terjadi maka tekanan darah tinggi ini bisa merusak dinding arteri dan bisa menyebabkan pengerasan pada pembuluh darah.

  4. Stres

    Pada saat mengalami stres, maka tubuh akan memproduksi beberapa hormone yang bisa mempersempit pembuluh darah. Selain dari itu, stres juga bisa meningkatkan tekanan darah di dalam tubuh.

  5. Obesitas

    Orang yang sedang menderita obesitas akan lebih rentan mengalami beberapa kondisi yang bisa meningkatkan resiko terkena angin duduk, seperti pada diabetes, hipertensi dan kolesterol tinggi.

  6. Merokok

    Aktivitas merokok yang dilakukan seseorang bisa merusak dinding arteri serta menyebabkan penimbunan kolesterol, sehingga darah akan kesulitan untuk menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh.

  7. Riwayat

    Apabila kita pernah menderita sakit yang berhubungan dengan jantung dan mempunyai sanak keluarga yang mempunyai sakit tersebut, maka kemungkinan kiga juga bisa beresiko tinggi untuk terkena angin duduk.

  8. Jarang melakukan olahraga

    Bagi kalian yang sangat jarang untuk berolahraga, hal ini sangat beresiko karena dapat menderita angin duduk karena bisa rentan atas penyakit obesitas, hipertensi, diabetes dan kolesterol tinggi. Ini berarti dapat meningkatkan resiko terjadinya angin duduk atau angina.

  9. Usia

Dan faktor yang dapat meningkatkan resiko penyakit ini adalah dari faktor usia. Orang berusia lebih tua maka akan lebih beresiko untuk terkena angin duduk dibanding dengan orang dengan usia yang lebih muda, hal ini karena pembuluh darah di tubuh akan menjadi keras dan kelenturannya hilang seiring dengan bertambahnya umur. Dan terutama untuk pria, peningkatan resiko ini dapat dimulai dari usia 45 tahun dan bagi wanita dimulai dari usia 55 tahun.

[LENGKAP] Pengertian Angin Duduk | ahmad handi | 4.5