[UPDATE] Diagnosa atau Diagnosis sakit Angin Duduk (Angina)

Untuk bisa mendiagnosa angin duduk maka pada umumnya para dokter akan mengawali langkahnya dengan menanyakan terlebih dahulu seputar gejala yang diderita oleh pasien. Selain dengan pertanyaan, dokter juga akan menanyakan apakah pada penderita mempunyai sanak family yang memiliki penyakit jantung atau sering melakukan rutinitas yang bisa memicu sakit Angin Duduk ini, contohnya suka mengkonsumsi makanan yang berlemak, merokok dan mengkonsumsi minuman keras.

Diagnosa atau Diagnosis sakit Angin Duduk (Angina)

Diagnosa Angin Duduk

Agar dapat meyakinkan pada diagnosis dokter, maka ada beberapa pemeriksaan sederhana yang harus dilakukan oleh dokter. Beberapa pemeriksaan tersebut adalah mengukur berat badan, tekanan darah dan pemeriksaan darah agar bisa mengetahui secara lengkap kadar gula, kolesterol dan fungsi ginjal. Dan selain melakukan periksa darah, fungsi ginjal juga bisa diketahui hasilnya dari tes urin. Faktor kondisi yang berhubungan dengan ginjal penting untuk diketahui karena terdapat beberapa obat angin duduk yang tak boleh dikonsumsi oleh pasien penyakit ginjal.

Artikel terkait

Pengertian Angin Duduk

Pencegahan Angin Duduk

Pengobatan Angin Duduk

Selain dari pemeriksaan yang disebutkan tadi, di bawah ini ada pemeriksaan lanjutan agar dapat mempastikan diagnosis oleh dokter pada penyakit Angin Duduk:

  1. Elektrokardiogram (EKG)

    Dengan melakukan tes EKG ini maka aktivitas elektrik dan ritme organ jantung dapat direkam dengan menggunakan bantuan elektroda yang telah dihubungkan kepada mesin khusus. Dari pola detak jantung yang terekam tersebut maka dokter bisa melihat apakah aliran darah pada si pasien telah mengalami penurunan atau adanya gangguan. Selain karena angin duduk, elektrokardiogram ini juga bisa mendeteksi terhadap pasien apakah mengalami serangan jantung.

  2. Ekokardiogram

    Pada tes yang dilakukan ini bertujuan untuk dapat mengidentifikasi semua masalah yang berhubungan dengan angin duduk, contohnya apakah ada kerusakan otot jantung yang ditimbulkan karena terganggunya alirah darah dan adanya bagian jantung yang kurang memperoleh pasokan darah. Identifikasi ini bisa dari gambar yang telah dihasilkan dengan bantuan gelombang suara.

  3. Tes ketahanan jantung atau Exercise Tolerance Test

    Pada tes ketahan jantung ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur daya tahan jantung ketika melakukan aktivitas fisik sebelum gejala angin duduk muncul. Dan aktivitas fisik ini seperti berolahraga pada treadmill yang bisa dilakukan di dalam ruangan. Dan tes ketahanan jantung akan dihubungkan dengan elektrokardiogram agar dapat membantu dokter untuk membaca ritme jantung.

  4. Skintigrafi jantung

    Tes Skintigrafi jantung dapat dilakukan kepada seseorang apabila hasil dari elektrokardiogram masih meragukan. Tes Skintigrafi jantung ini dilakukan dengan cairan pewarna khusus yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah. Maka zat pewarna ini akan mengalir ke jantung dan akan dipantau dengan menggunakan kamera gamma agar dapat mengetahui apabila aliran ini mengalami gangguan.

  5. Angiografi pembuluh darah koroner

    Pada tes Angiografi pembuluh darah koroner ini akan dilakukan dengan bantuan alat khusus yang bentuknya seperti selang tipis yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah. Ini bertujuan agar dapat mengetahui apakah pembuluh darah ini akan mengalami penyumbatan dan seberapa parah penyumbatan ini terjadi. Angiografi jantung akan dilakukan apabila diagnosa dokter terhadap angin duduk tak bisa dilakukan dengan cara apapun dan gejala terus ada walaupun telah diobati. Dan tes angiografi ini beresiko akan menimbulkan komplikasi, yaitu serangan stroke atau jantung. Oleh karenanya untuk tes Angiografi pembuluh darah ini dilakukan apabila harus benar-benar diperlukan.

  6. Tes darah

    Pada tes darah ini dokter akan meneliti adanya enzim jantung di dalam darah untuk acuan jika terjadi kerusakan di organ jantung karena terkena serangan jantung.

  7. X-ray dada (rontgen)

    Untuk tes yang dilakukan ini kadang dilakukan oleh dokter jika melihat apakah ada gejala yang dirasakan berhubungan dengan kondisi selain sakit angin duduk. Selain itu juga, pemeriksaan dengan hasil citra jantung dan paru-paru ini digunakan oleh dokter agar dapat melihat adanya pembesaran jantung.

  8. CT scan jantung

    Pada tes menggunakan CT scan jantung ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada dan seberapa parah penyempitan yang terjadi di pembuluh jantung dan apakah terdapat pembesaran jantung yang tak terlalu terlihat dari hasil X-ray di dada. Tes CT scan jantung ini dilakukan dengan menggunakan bantuan mesin khusus yang berbentuk tabunga yang dilengkapi dengan X-ray. Dari hasil pemeriksaan CT scan jantung ini akan diperoleh gambar tentang kondisi jantung penderita secara lengkap dan detail.

[UPDATE] Diagnosa atau Diagnosis sakit Angin Duduk (Angina) | ahmad handi | 4.5